📋 Daftar Materi
Manajemen Risiko Bisnis
00:00
01
Modul 06

Manajemen Risiko Bisnis

Mengantisipasi ketidakpastian usaha, memetakan risiko operasional, pasar, hukum, finansial, serta memilih taktik mitigasi terbaik.

Modul 06 - Proteksi Usaha
02
Modul 06

Ketidakpastian & Manajemen Risiko

Setiap keputusan wirausaha selalu mengandung unsur ketidakpastian. Manajemen risiko adalah proses sistematis mengenali dan membatasi dampak bahaya tersebut.

1. Identifikasi Risiko

Melacak semua kemungkinan terburuk yang berpotensi melumpuhkan operasional atau keuangan perusahaan.

2. Analisis & Evaluasi

Menilai risiko berdasarkan matriks tingkat kemungkinan terjadinya (probability) dan keparahan dampak finansialnya.

3. Mitigasi Risiko

Mengeksekusi rencana cadangan (contingency plan) untuk mengendalikan bahaya terpilih.

03
Modul 06

Klasifikasi Risiko Usaha

Risiko dikelompokkan berdasarkan area terjadinya bahaya:

Risiko Operasional

Kerusakan alat produksi, kebocoran pipa pabrik, mogok kerja massal karyawan, kecelakaan kerja.

Risiko Finansial

Terjadinya inflasi mendadak bahan baku impor, gagal bayar cicilan utang bank, piutang macet pembeli.

Risiko Hukum

Gugatan merk dagang dari kompetitor, tidak lengkapnya sertifikasi halal/BPOM, pelanggaran izin usaha.

Risiko Pasar

Disrupsi platform belanja online yang menggerus penjualan gerai fisik, jatuhnya harga jual pasaran.

04
Modul 06

SWOT: Fokus Tajam pada Threats (Ancaman)

Dalam matriks SWOT, kolom Threats (Ancaman) memetakan bahaya eksternal di luar kendali perusahaan:

Mengantisipasi Ancaman Eksternal:

  • Perubahan Kebijakan Pemerintah: Contohnya, penetapan standar emisi baru dapat menuntut investasi mesin penyaring asap pabrik.
  • Disrupsi Teknologi Kompetitor: Masuknya pesaing asing dengan harga murah akibat integrasi sistem otomatisasi robotik.
  • Mitigasi: Mengawasi pergerakan pasar secara konstan dan merancang diversifikasi lini produk cadangan.
05
Modul 06

4 Strategi Mitigasi Risiko

Cara menanggulangi bahaya risiko setelah dipetakan dalam matriks:

Risk Avoidance

Menghindari total penyebab risiko (contoh: menolak kerja sama di daerah konflik demi keselamatan staf).

Risk Reduction

Mengurangi keparahan dampak/peluang (contoh: mewajibkan helm proyek & sepatu bot di area mesin).

Risk Transfer

Mengalihkan beban finansial ke pihak ketiga (contoh: membeli premi asuransi kebakaran gudang).

Risk Retention

Menerima risiko dan menanggung biayanya sendiri menggunakan dana cadangan darurat (emergency fund).

\n